Postingan

25. SYAIKH AHMAD RIFAI'

Menurut sebagian riwayat, Sayid Ahmad ar-Rifa’i (selanjutnya ditulis; ar-Rifa’i) lahir pada awal bulan Muharam tahun 500 H. di Iraq.  Sebelum lahir, ar-Rifai sudah dibanggakan oleh sejumlah ulama terkemuka kala itu, di antaranya Syaikh al-Kabir Tâjul Arifîn Abul Wafâ, Syaikh Mansur, Syakih Ahmad Khumais dan lainnya. Nasab ar-Rifai Garis keturunan ar-Rifai bersambung kepada Nabi Muhammad e dari jalur Sayidina Husain, cucu Rasulullah SAW. Lengkapnya sebagai berikut, ar-Rifai bin Ali bin Yahya bin Sayid Tsabit bin Hazim Ali bin Sayid Ahmad bin Ali bin Hasan bin Rifa’ah al-Hasyimi al-Makki bin Sayid Mahdi bin Abil-Qasim Muhammad bin Hasan bin Sayid Husain ar-Radli bin Sayid Ahmad al-Akbar bin Musa ast-Tsani bin Ibrahim al-Murtadla bin Sayid Musa al-Kadzim bin Sayidina Jakfar Shadiq bin Sayid Muhammad Baqir bin Sayid Zainal Abidin Ali As-Sujjad bin Sayid Husain bin Sayidina Ali Amirul Mu’minin dengan Sayidah Fatimah bintu Rasulullah e. Sedangkan...

24. SYAIKH ABDUL QODIR JAILANI

Ia lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 Hijriyah, 1077 M, dan wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azaj di Baghdad pada 561 H/1166 M. Abdul Qadir Lahir  18 Maret 1077 di kota Amol,  persinya bagian selatan Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran, Meninggal 15 Januari 1166 Usia 88 tahun di kota Baghdad, Irak Tempat pemakaman di Makam Abdul Qadir, Baghdad, Irak. Diriwayatkan bahwa saat mengandung beliau usia ibunya 60 tahun. Ada yang menyatakan bahwa pada usia 60 tahun tidak ada wanita yang bisa hamil lagi. Ibu beliau bernama Fathimah binti Syekh Abdullah Ash-Shauma’i. Setelah lahir Syekh Abdul Qodir tidak mau menyusupada saat bulan Ramadhan, sehingga jika masyarakat tidak dapat melihat hilal penentuan bulan Ramadhan, masyarakat mendatangi ayah Syekh Abdul Qodir. Jika ayah beliau menjawab “hari ini anakku tidak menyusu maka orang-orangpun mengerti bahwa bulan Ramadhan telah tiba...

23. SYAIKH AHMAD BADAWI AR RIFAI'

Syekh Al-Sayyid Ahmad Al-Badawi : Quthb al-Awliya al-Ghauts al-‘Adzhim. Syaikh Ahmad Badawi mempunyai nama lengkap Syeikh Ahmad bin Ali Bin Yahya Al-Badawi. Beliau lahir di Kota Fes, Maroko pada tahun 596 H./1199 M. Syeikh Ahmad Badawi merupakan seorang imam sufi, wali qutub dan pendiri thariqah Al-Badawiyah. Beliau dijuluki Al-Badawi karena menutup wajahnya seperti yang dilakukan oleh orang Arab Badui. Kakek beliau sebelumnya tinggal di Jazirah Arab. Kakek beliau datang di Fes Maroko karena semakin brutalnya aksi Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi terhadap kalangan Alawiyin. Nasab Al-Badawi dari jalur ayah sampai kepada sayyidina Husein bin Ali, bin Fathimah Az-Az-Zahra' binti Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam. Berdasarkan kesepakatan ulama nasab, dan ahli sejarah, secara lengkap nasab beliau adalah Ahmad bin Ali bin Yahya bin Isa bin Abu Bakar bin Ismail bin Umar bin Ali bin Utsman bin Husein bin Muhammad bin Musa bin Yahya bin Isa bin Ali bin Muhammad bin Hasan bin Ja...

22. IMAM SYAFII'

Imam Syafi’i dikenal dengan salah satu imam madzhab empat, Ia bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i, lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah (767-820 M), berasal dari keturunan bangsawan Qurays dan masih keluarga jauh rasulullah SAW. dari ayahnya, garis keturunannya bertemu di Abdul Manaf (kakek ketiga rasulullah) dan dari ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a. Semasa dalam kandungan, kedua orang tuanya meninggalkan Mekkah menuju palestina, setibanya di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan berpulang ke rahmatullah, kemudian beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi yang sangat prihatin dan seba kekurangan, pada usia 2 tahun, ia bersama ibunya kembali ke mekkah dan di kota inilah Imam Syafi’i mendapat pengasuhan dari ibu dan keluarganya secara lebih intensif. Kehidupan Imam Syafi’i Saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam pe...

21. IMAM SANUSI

Imam Sanu>si merupakan salah seorang tokoh Ahlussunnah Wal Jama’ah , mengikuti Maz|hab H{anafi dalam bidang  fiqh  dan Maz|hab   Asy’ariyyah  dalam bidang akidah. Beliau hidup pada abad ke 9 H atau bertepatan dengan 15 M. Nama lengkap Imam Sanu>si> adalah Imam Abu‘Abdillah Muhammad Bin Yu>suf Bin Umar Bin Su’aib As-Sanu>si> al-Maliki>  Al-H{asani At-Tilmisani , ilmuan Negara  T il m i>sa>n , pemimpin dan keberkahannya, dijuluki dengan Sanu>si> karena dinisbatkan kepada  “ Sanu>sah ” nama desa kecil di Negara  Magrib  (Maroko). [1] Dijuluki juga “ Al-H{asan i ” dinisbatkan kepada  H{asan bin‘Ali bin Abi T{alib, dari nasab ibu ayahnya (nenek), yang jugabergelar  Tilmi>sa>n  dinisbatkankepada daerah  Tilmi>sa>n , kota bersejarah yang besar. [2] Al-Mala>li (muridnya) menyebut Imam Sanu...

20. IMAM AL MATURIDI

Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al Maturidi . Al Maturidi dinisbahkan kepada tempat kelahirannya yang bertempat di Sungai Jihun, kampung Maturid Samarqandi  di Basrah.  Berkenaan tanggal kelahiran beliau, tidak adA satu rujukanpun yang mengungkapkan hal ini. Dr. Ayub Ali dalam  kitab Al-Bayadhi menyebutkan, bahwa Al-Maturidi Lahir sekitar tahun  238 H/ 852 M. kerana salah satu gurunya yaitu Muhammad bin Muqotil Arrozi wafat pada tahun 348 H/ 862 M. dan para sejarawan sepakat bahwa beliau wafat pada tahun 333 H/ 944 M dan dikebumikan di Samarqand. Sepuluh tahun setelah meninggalnya  Imam Abu Hasan al-Asy'ari. Sejarawan tidak menyebutkan secara jelas tentang silsilah keluarganya namun ada yang menyebutkan, bahawa Al-Maturidi dinisbatkan kepada  Abi Ayub Kholid bin Zaid bin kulaib Al-Anshory , yaitu salah seorang sahabat yang menyambut  Nabi SAW  ketika hijrah ke Madinah. Dengan penisbatan ini Al-Imam Bayadhi menyandangkan nama Al-Ansho...

19. IMAM AL ASYA'RI

Asal usul keturunan Imam Abul Hasan al-Asy’ari. Beliau adalah Ali bin Ismail bin Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Abu burdah bin Abu Musa al-Asy’ari (sahabat Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam). Nama sebenar Abu Musa Al Asy´ari ialah Abdullah bin Qais dari anak al-Jamahir bin Al-Asy’ar bin Adad. Dari nama kakeknya al-Asy’ar inilah gelaran al-Asy’ari diperoleh. Sahabat Rasulullah  shallallahu alaihi wassalam yang mulia Abu Musa al-Asy’ari  radhiallahu anhu beristrikan Ummu Kultsum binti al-Fadhl bin Abbas bin Abdul Muththalib. Maka Ummu Kultsum adalah nenek kepada imam Abul Hasan[1]. Jadi Imam Abul Hasan Al Asy´ari masih termasuk keluarga dengan Rasulullah  shallallahu alaihi wassalam. Imam Abul Hasan al-Asy’ari menjadi Ulama berfahaman Muktazilah. Beliau lahir pada tahun 260 Hijriyah di Basra, jadi masih dalam 3 kurun terbaik yang disebut oleh Rasulullah  shallallahu alaih...