Postingan

Menampilkan postingan dengan label qurban

81. QURBAN

Secara hukum syar’i, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang berqurban (Mudhahhy). Larangan ini berlaku bagi orang yang berqurban (mudhahhy) dan orang yang berqurban tapi pahalanya diniatkan untuk orang lain. Sedangkan orang yang ditunjuk sebagai wakil orang yang berqurban dalam urusan penyembelihan dan distribusi daging qurban (Udhiyah), atau dikenal dengan sebutan panitia qurban, maka tidak terkena hukum makruh ini. - ORANG YANG BERQURBAN (MUDHAHHY) MAKRUH MEMOTONG KUKU Orang yang berqurban (mudhahhy) dilarang memotong kuku dan mencukur rambut. Larangan ini bersifat makruh. Larangan ini dimulai sejak memasuki tanggal satu bulan Dzulhijjah hingga hewan Qurbannya disembelih. (Al-Umdah , 1/206) Bahkan, mazhab Hanbali mengharamkan memotong kuku dan mencukur rambut bagi orang yang berqurban (Mudhahhy). Ibnu Dhawiyyan mengatakan, ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻌَﺸْﺮَ ﺣُﺮِﻡَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﻳُﻀَﺤِّﻲ ﺃَﻭْ ﻳُﻀَﺤِّﻰ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﺧْﺬَ ﺷَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺮِﻩِ ﺃَﻭْ ﻇُﻔْﺮِﻩِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺬَّﺑْﺢِ “Jika ...

83. QURBAN AQIQAH

Pada ringkasnya, bagi orang yang ingin menyembelih hewan qurban disunnahkan baginya saat akan menyembelih untuk membaca: ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻫَﺬَﺍ ﻣِﻨْﻚَ ﻭَﻟَﻚَ، ﻫَﺬَﺍ ﻋَﻨِّﻲ Artinya: (Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku). Jika ia menyembelihkan hewan qurban milik orang lain, ia membaca: ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻫَﺬَﺍ ﻣِﻨْﻚَ ﻭَﻟَﻚَ، ﻫَﺬَﺍ ﻋَﻦْ ﻓُﻠَﺎﻥٍ "Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku." Di tambah: ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻦْ ﻓُﻠَﺎﻥٍ ﻭَﺁﻝِ ﻓُﻠَﺎﻥٍ "Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan," (dengan menyebut nama dan keluarganya)