Postingan

Menampilkan postingan dengan label sifat 20

121. TA'AlUQ sifat 20

TA’ALLUQ BEBERAPA SIFAT A. Ta’alluq Sifat – Sifat Ma’âni Ta’alluq menurut bahasa ialah; bergantung, berkaitan, bertalian berhubungan atau tercapai. Ta’alluq menururt istilah dalam kajian ilmu tauhid, khususnya sifat-sifat ma’âni adalah tentang sifat atas suatu pekerjaan setelah sifat itu berdiri pada zat. Ada beberapa macam ta’alluq, yaitu : 1.Ta’alluq sifat qudrat dan irâdat Ta’alluq keduanya, kepada hal-hal yang jaiz atau yang mumkin saja, tidak ta’alluq kepada hal-hal; yang wajib dan tidak juga kepada hal-hal yang mustahil. Jika kedua sifat ini ta’alluq kepada yang wajib, maka akan terjadi tahsîl al hasil. Yaitu, mengadakan yang memang sudah ada. Jika ta’alluq kepada yang memang wajib ada, maka akan bertukar hakekat yang wajib kepada jaiz. Jika kedua sifat ini mengadakan yang mustahil ada, maka akan bertukar yang mustahil, menjadi jaiz. Ini semua tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, kedua sifat ini, hanya berta’alluq kepada yang jaiz, sebagai ta’alluq ta’tsir (memberi bekas/membe...

99. TENTANG SIFAT QUDRAT

Fathul majid الصفة السابعة الواجبة له تعالى القدرة و هي صفة له تعالى أزلية موجودة قائمة بذاته تعالى يتأتى بها إيجاد كل ممكن و إعدامه و معنى يتأتى بها إيجاد الممكن أنه يتحصل بسببها إ...

101. Pengertian ta'alluq shuluhi qadim, tanjizi qadim dan tanjizi hadits dalam kajian sifat 20

1.  Ta’alluq secara bahasa berarti hubungan, kalau dikatakan Allah menciptakan alam dari tiada kepada ada, maka itu artinya antara qudrah Allah dan alam ada ta’alluq (hubungan), yaitu hubungan penciptaan : Allah dengan sifat qudrahnya sebagai pencipta dan alam sebagai ciptaan. 2.      Sedangkan shuluhi qadim (shuluhi secara bahasa bermakna patut) berarti Allah patut pada azali mengadakan atau meniadakan  sesuatu, meskipun belum wujud sesuatu yang diadakan atau ditiadakan pada kenyataannya. Contohnya si umar sebelum dijadikan Allah pada alam kenyataan, maka si Umar itu pada azali patut dijadikan atau tidak dijadikan Allah. Ta’alluq ini sifatnya qadim, karena masih pada azali belum wujud pada kenyataan yang bersifat dengan waktu dan tempat (baharu). Ini shuluhi qadim pada sifat qudrah Allah Ta’ala. Adapun shuluhi qadim pada sifat iradah Allah Ta’ala berarti Allah Ta’ala pada azali patut menentukan sesuatu dengan menga...

72. TIJAN AD DURORI 3

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ خَاتِمَةٌ PENUTUP يَجِبُ عَلَى الشَّخْصِ أَنْ يَعْرِفَ نَسَبَهُ (ص) مِنْ جِهَةِ أَبِيْهِ وَ مِنْ جِهَةِ أُمِّهِ. Wajib bagi semua orang untuk mengetahui silsilah Nabi s.a.w., baik dari pihak ayah Beliau maupun dari pihak ibu Beliau. ف...

71. TIJAN AD DURORI 2

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَ يَجِبُ فِيْ حَقِّهِ تَعَالَى السَّمْعُ وَ الْبَصَرُ وَ هُمَا صِفَتَانِ قَدِيْمَتَانِ قَائِمَتَانِ بِذَاتِهِ تَعَالَى يَن...

70. TIJAN AD DURORI 1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ (وَ بَعْدُ) Segala puji hanya milik Allah s.w.t. Tuhan semesta alam, sanjungan Shalawat serta Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasūlullāh s.a.w., dan setelah itu (mem...