GUNUNGAN (JANTUNG TERBALIK)
Gunungan diciptakan pada tahun 1521 Masehi (1443 Saka) oleh Sunan Kalijaga, seorang wali dari jajaran Walisongo.
Gunungan adalah simbol yang mengandung beberapa arti:
1. simbol mustika masjid (qubah).
2. gambar gunungan terbalik menyerupai jantung manusia, yang mengandung makna tersirat bahwa setiap orang dengan hatinya harus selalu ingat untuk beribadah kepada Allah.
3. Simbol kesatuan antara ketuhanan, unsur kemanusiaan dan semesta.
Allah sebagai poros pengetahuan (Theocentric) bersinergi dengan manusia sebagai poros pengetahuan (Anthropocentric).
Tujuan utama sinergi tersebut adalah untuk mengangkat kembali martabat manusia sebagai duta rahmat bagi semesta alam. Dengan konsep ini, manusia hendaknya memusatkan diri kepada Allah untuk kemaslahatan manusia dan semesta alam.
4. Bentuk tasjid dalam lafadz ALLAH dan MUHAMMAD sebagai isyarah ma'rifat.
5. Bentuk mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram/isyarah pasrah (hauqallaah)